1xclick dapat dollar$$

pilihan bahasa

Powered By google

gabung bro

Selasa, 20 Juli 2010

SEJARAH KERAJAAN GORONTALO

Budaya Gorontalo diyakini sudah berkembang sejak berabad-abad lamanya. Namun puncak dari perkembangan itu dimulai sejak tahun 1385 masehi, dimana pada masa itu 17 kerajaan kecil atau linula bersepakat membentuk sebuah serikat kerajaan. Namun dari empat raja tersebut kata pemerhati Budaya Gorontalo, Alim Niode yang terpilih dan diangkat menjadi maharaja adalah Ilahudu untuk memimpin serikat kerajaan yang disebut dengan kerajaan Hulondhalo. Alim mengatakan, sejak saat itu, masyarakat Gorontalo terus mencipta beragam kebudayaan yang sampai dengan saat ini tetap terpelihara. Pada masa itu refleksi demokrasi di Gorontalo didasarkan pada refleksi alam sehingga itu jarah kebudayaan Gorontalo disebut sebagai adati asali.

Nilai budaya Gorontalo yang mengaliri wujud kebudayaan Gorontalo sejak awal berbasiskan pandangan harmoni dengan mengambil pelajaran yang ditunjukan oleh alam. Sementara itu kebudayaan Islam masuk ke Gorontalo pada tahun 1525 masehi melalui ternate dan kerajaan hulondhalo yang terdiri dari 17 kerajaan kecil pada saat itu masih menganut kepercayaan animisme. Hulondhalo yang dipimpin Sultan AMAY, membawa agama Islam masuk ke Gorontalo dan menjadikannya sebagai agama kerajaan di Gorontalo pada waktu itu. Pengaruh agama islam itu karena Sultan Amay memiliki kedekatan dengan kerajaan Palasa di Sulawesi Tengah sehingga ia membawa ajaran islam ke Gorontalo sekaligus menikahi putri negeri palasa sebagai permaisurinya. Jelaslah kata Alim, filasafat budaya Gorontalo yang dilandaskan pada Adat bersendi syara berbeda dengan yang di Padang terutama dalam proses terjadinya asimilisasi kebudayaan Islam dengan masyarakat Gorontalo pada masa lampau. Gagasan tata per-adatan Gorontalo dan kebudayaan yang sebelumnya dilandaskan pada harmonisasi alam kemudian dipadukan dengan ajaran agama oleh raja Eyato kemudian lebih dipertegas dengan adat bersendi syara dan syara bersindikan Al-Quran sebagai pedoman masyarakat Gorontalo yang sudah bercirikan keislaman. filsafat adat Gorontalo mulai dari adati asali, adat bersendi syara, dan kemudian disempurnakan menjadi syara bersendikan kitabullah ungkap Alim, ternyata merupakan perpaduan yang sangat harmonis dalam menuntun masyarakat Gorontalo dalam menciptakan berbagai kebudayaan yang sampai hari ini masih tetap eksis dan mewarnai kehidupan masyarakat Gorontalo. Sdr, sekikan varia budaya Produksi Radio Republik Indonesia Gorontalo, atas nama kerabat kerja yang bertugas kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan kebersamaannya.

comment bro

Template Design by faris vio